Jumat, 15 Maret 2013

Mimpi Terindah


Nama   :   Diah Ayu Lestari
NPM   :   11110946
Kelas   :   3KA24


Nama Dosen   :   Sri Sulistiyoningsih
Mata Kuliah   :   Bahasa Indonesia 2











Mimpi terindah saya adalah melakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan, bersama orang-orang yang saya cintai.
Mengapa di harus di bulan Ramadhan ?
Karena saya sangat ingin mengamalkan hadits berikut, dan mendapatkan faedahnya, yaitu : 


فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” 
(HR. Bukhari no. 1863)


Bagaimana rasanya diberi kesempatan untuk berkunjung ke tanah suci, ke rumah Allah subhanu wa ta'ala, tentunya amat sangat gembira, suka cita & rasa syukur yang tiada terkira. Subhanallah.. Insya Allah.. Aamiin..

 

Banyak sekali tempat yang ingin saya kunjungi, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Makam para mujahid di Baqi', Masjid Quba, Masjid Terapung di Laut Merah, Jabal Nur dan Gua Hira, dan masih banyak lagi. Saya juga ingin melihat Universitas Islam Madinah, kampus impian saya.

Dan kegiatan yang ingin saya lakukan selain ibadah umrah adalah, iftar bersama kaum muslimin dari seluruh dunia. Menurut kabar, iftar bersama selalu digelar oleh pemerintah Arab Saudi disepanjang jalan di Masjid Nabawi, dengan jamuan makanan khas timur tengah secara gratis. Subhanallah..








Bagaimana rasanya iftar bersama kaum muslimin dari seluruh dunia, di tempat yang mulia, Masjid Nabawi. Tentu tak ada perasaan lain selain suka cita & rasa syukur yang tiada terkira. Ditambah lagi, pergi kesana bersama orang-orang yang dicintai, tentu akan semakin syahdu dan penuh syukur dengan adanya kebersamaan.

Umrah yang diberi ganjaran seperti berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Subhanallah sungguh nikmat yang tiada terkira. Rindu kita terhadap sosok jujungan besar kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seakan terobati dengan ibadah ini. Secara lahiriyah memang kita tidak berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun disisi Allah
subhanu wa ta'ala, amal ibadah kita terhitung seperti itu. Subhanallah..

Tapi perlu diingat, tak berarti dengan adanya hadits ini, kewajiban kita untuk berhaji telah terpenuhi. Karena ibadah ini tetaplah umrah, namun terhitung disisi Allah subhanu wa ta'ala, seperti haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.





Terimakasih atas kesediaannya untuk membaca cerita saya.
Semoga Bermanfaat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar